French Language Coordinator

by vandro.rizky on 

January 31, 2017
Tahun Ayam Api, Tahun Keberuntungan Polyglot Indonesia Chapter Yogyakarta
polyglot jogja

Sore itu, sekumpulan pria-wanita yang sebagian besar berkostum merah terlihat sedang asyik berdiskusi tentang satu topik yang sedang hangat dibicarakan oleh etnis Tionghoa seluruh dunia. Walau hampir tidak ada yang berasal dari etnis tionghoa, namun antusiasme mereka bisa diacungi jempol. Terlebih, masing-ing kelompok berbicara dengan bahasa yang tidak umum digunakan di Indonesia.

Meja pertama yang berisikan hampir 10 anggota membicarakan segala hal berbau Tahun Baru Imlek menggunakan bahasa Inggris, sedangkan 3 kelompok lain masing-masing berdiskusi memakai bahasa Perancis, Jerman, juga Spanyol. Dengan segala keterbatasan pengetahuan mengenai tradisi, mitos, aturan, maupun budaya yang ada saat perayaan ini, seluruh peserta mempresentasikan hasil diskusi sesuai dengan kelompok bahasanya masing-masing.

polyglot jogja
 

Dari keseluruhan presentasi, rata-rata mereka menginformasikan bahwa tahun ini merupakan Tahun Ayam Api, sesuai dengan penanggalan Tionghoa. Sin Cia atau Imlek tidak jauh berbeda dengan tahun baru masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat Islam. Pada umumnya, yang banyak merayakan Imlek adalah warga Tiongha.

Kata Imlek (im=bulan, lek=penanggalan) berasal dari dialek Hokkian atau Bahasa Mandarin-nya Yin Li yang berarti kalender bulan (Lunar New Year). Menurut sejarah, Sin Cia merupakan sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Tiongkok yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru.

Ada beberapa tradisi yang biasa dilakukan pada saat perayaan ini, seperti menghias rumah dan memakai pakaian berwarna merah, memberi angpao agar dilancarkan rejeki, makan misoa (mie) yang tidak dipotong agar umurnya dipanjangkan, menyediakan kue keranjang, jeruk dan menyajikan makanan di nampan berbentuk segi enam, segi delapan ataupun bulat untuk keberuntungan, dan masih banyak tradisi lain yang sudah dilakukan secara turun temurun.

Tak lupa, seluruh anggota pun menyelipkan doa dan harapan masing-masing di tahun yang baru ini. Ada yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, bekerja di perusahaan ternama, menguasai banyak bahasa, hingga menjadi pembicara terkenal. Polyglot Indonesia pun mendapat keberuntungan karena semua anggota berdoa agar Chapter Yogyakarta bisa kembali bergeliat tahun ini dan ikut berkontribusi lebih banyak untuk kemajuan negara Indonesia agar bisa bersaing dengan negara maju lainnya.

Anw, Gong Xi Fa Cai!

Author: Ayu Assyamsi (English Language Coordinator Chapter Yogyakarta)

About the author

Content you may like

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

The beauty of speaking several...
Sunday, December 7th, 2014 – Chapter...
Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Polyglot Indonesia goes to UNAOC Global...

Apakah kamu sadar bahwa bahasa...

Speak Up

Polyglot Indonesia has this great...

Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Hari ini, Minggu, 3 January 2016,...

Home

Organization

Newsletter