Contributor

by upika.gusta on 

January 18, 2017
Smart Skills For 21st Century Diplomats: Negotiations
whatsapp_image_2017-01-16_at_12.06.16.jpeg

 

            Pada 9 Januari lalu saya berkesempatan untuk mengikuti konferensi Smart Skills For 21st Century Diplomats yang diselenggarakan oleh Kementrian Luar Negeri RI bekerjasama dengan Asia Leadership Trek. Konferensi ini diadakan di Ruang Garuda, Kementrian Luar Negeri RI dan merupakan rangkaian kegiatan Asia Leadership Trek. Terdapat beberapa tema dalam konferensi ini, salah satu tema yang saya ikuti adalah mengenai negosiasi dengan Ulrich Kopetzki sebagai pembicara.

            Saya sangat tertarik dengan tema negosiasi yang dibawakan karena jarang saya dapatkan di beberapa konferensi mengenai diplomasi yang pernah saya ikuti sebelumnya. Tema ini dimulai dengan penjelasan dari pembicara mengenai seperti apa bernegosiasi secara general, kesalahan-kesalahan apa saja yang dibuat para negosiator saat bernegosiasi dan terakhir adalah mempraktekkan cara bernegosiasi. Hal unik adalah saat melakukan simulasi negosiasi para peserta masing-masing diberikan selembar kertas, terdapat 2 jenis kertas berbeda warna yang berisikan masalah yang berbeda pula sebagai bahan negosiasi. Saya mendapatkan kertas yang mengharuskan saya berperan sebagai seorang diplomat sebuah negara yang sedang dilanda wabah Rudosen, sebuah penyakit yang menyerang para ibu hamil dan jika dalam 4 minggu pertama penyakit tersebut tidak terobati akan mengakibatkan kerusakan serius di beberapa organ penting bayi yang dikandung dan hanya dapat diobati dengan serum yang terbuat dari 3000 telur burung unta. Tema di kertas lain berisikan bahwa salah satu negara juga sedang membutuhkan jumlah yang sama dari telur burung unta untuk maksud lain. Para peserta dibebaskan untuk mencari lawan kemudian bernegosiasi. Saya dan lawan memutuskan untuk bernegosiasi di luar ruangan, sedikit sulit untuk menemukan solusi di awal negosiasi karena tujuan digunakannya telur burung unta adalah sama-sama penting bagi kelangsungan kedua negara yang kami perankan. Baru kami sadari di akhir bahwa bahan yang negara kami perlukan berbeda dan menemukan titik terang dengan tetap membeli telur burung unta tersebut tetapi dalam bentuk yang berbeda. Masalah terpecahkan!

            Saat makan siang,  Saya pun berkesempatan berbicara dengan salah satu peserta dari Asia Leadership Trek bernama Orianne, kami membicarakan bagaimana pentingnya mengetahui kebudayaan dan pola pikir suatu bangsa dalam kepemimpinan dan tentunya dalam berdiplomasi. Menurut kami, hal tersebut dapat mencegah konflik yang kemungkinan akan terjadi.  

Kesimpulan yang saya dapat adalah kebudayaan merupakan salah satu faktor dalam berdiplomasi. Selain itu, dengan konferensi ini saya juga harus  banyak belajar dan lebih teliti jika dihadapkan dengan suatu permasalahan agar dapat dengan mudah mendapatkan solusi. Dalam konferensi ini juga saya dapat merasakan bahwa peserta-peserta maupun pembicara adalah orang-orang cerdas. Sangat beruntung bagi saya untuk dapat menghadiri konferensi ini. Saya mendapatkan dasar-dasar bernegosiasi yang baik dan benar menurut ahlinya. Dari konferensi ini saya menjadi tahu bahwa saat akan bernegosiasi adalah penting untuk memperhatikan secara rinci informasi yang didapat, sikap yang elegan & menghargai negosiator lain, dan tentunya semangat untuk belajar lagi untuk menjadi lebih baik.

About the author

Currently, Upika studies at french litterature in Universitas Indonesia. She has several experiences in language, such as being an interpreter in some exhibitions, doing some interviews to several DJs from around the globe, and she also do some journalism stuffs. 

Content you may like

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

The beauty of speaking several...
Sunday, December 7th, 2014 – Chapter...
Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Polyglot Indonesia goes to UNAOC Global...
Speak Up

Polyglot Indonesia has this great...

Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Hari ini, Minggu, 3 January 2016,...

Home

Organization

Newsletter