Guest Contributor

by teddy.nee on 

November 28, 2016
3 Bahasa, 3 Wilayah, 1 Rumpun
9620836817_40c8a8e2f6_b.jpg

Pernahkah kamu berpikir mengapa terdapat bahasa-bahasa yang mirip? Contoh yang paling mudah adalah bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Namun, banyak saya lihat buku-buku yang mengkategorikan kedua bahasa tersebut ke dalam satu bahasa yang sama yaitu bahasa Indonesia/ Melayu. 

Apakah kedua bahasa tersebut benar-benar bisa dikategorikan seperti itu ataukah ini hanya sebuah strategi bisnis untuk menarik minat pembeli dengan menyediakan dua bahasa di dalam satu buku?

Contoh lainnya adalah bahasa Spanyol dan Portugis. Bagi yang pernah mempelajari salah satu atau kedua bahasa ini pasti tahu persamaannya. Namun, perlu diketahui bahwa penutur kedua bahasa ini tidak dapat dengan mudah berkomunikasi antara satu sama lain.

 

Rumpun bahasa

Bahasa, seperti halnya kita, juga memiliki “keluarga”, atau yang disebut dengan “rumpun bahasa”. Bahasa-bahasa yang telah disebutkan di atas berasal dari rumpun bahasa yang sama. Bahasa Indonesia dan Melayu dari rumpun bahasa Austronesia, dan bahasa Spanyol dan Portugis dari rumpun bahasa Roman.

Bahasa-bahasa dari rumpun yang sama berasal dari perintis yang sama. Misalnya, bahasa Spanyol, Portugis, Perancis, Romania, dll berasal dari bahasa Latin. Dikarenakan penggunaan di tempat dan waktu yang berbeda menyebabkan bahasa-bahasa tersebut berevolusi dengan caranya sendiri dan akhirnya membentuk bahasa yang baru.

 

Serupa tapi tak sama

Terdapat 3 bahasa yang menarik perhatian saya baru-baru ini dan yang menarik dari bahasa-bahasa tersebut adalah mereka mewakili 3 wilayah yang ada di dunia ini dan mereka berasal dari rumpun yang sama sehingga terdapat persamaan di antaranya walaupun terpisah oleh jarak yang cukup jauh.

Bahasa-bahasa tersebut adalah bahasa Batak, Tuvalu dan Amis. Berikut sedikit pengenalan tentang ketiga bahasa tersebut.

 

1. Bahasa Batak (Hata Batak)

“Horas!” mungkin adalah salah satu kata dalam bahasa Batak yang paling dikenal di seluruh Indonesia. Penutur bahasa Batak banyak ditemukan di provinsi Sumatera Utara, dan terbagi ke dalam beberapa grup, contohnya Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Karo, dll. Tulisan bahasa Batak disebut Surat Batak

 

2. Bahasa Tuvalu (Te 'gana Tūvalu)

Bahasa yang dituturkan oleh lebih kurang 13 ribu orang ini merupakan sebuah bahasa dari negara kepulauan bernama Tuvalu yang terletak di Samudera Pasifik. Pada perkembangannya, bahasa Tuvalu mendapat pengaruh dari bahasa Kiribati, Samoa dan bahasa Inggris. Beberapa contoh kata dalam bahasa Tuvalu adalah talofa (halo), fakamolemole (mohon), fakafetai (terima kasih) dan tofa (sampai jumpa).

 

3. Bahasa Amis (Pangcah)

Banyak yang pasti tidak menyangka bahwa terdapat bahasa yang serumpun dengan bahasa Indonesia di Taiwan. Nama bahasa ini dalam bahasanya adalah Pangcah, dan biasa disebut bahasa Amis. Bahasa Amis adalah bahasa asli Taiwan yang paling besar di antara 20 puluhan bahasa asli lainnya. Demi menjaga kelestarian bahasa-bahasa asli tersebut, pemerintah Taiwan telah mengenalkan sistem penulisan romanisasi, kelas-kelas bahasa, serta program sertifikasi bagi khalayak ramai.

 

Contoh

Berikut saya sertakan contoh angka-angka dalam bahasa Batak, Tuvalu dan Amis, dan juga bahasa Indonesia sebagai perbandingan.

angka.jpg

 angka.jpg, by teddy.nee

 

Photo Credit: HYLA 2009 Flickr via Compfight cc

About the author

Programer | Blogger Bahasa | Kolektor | Penutur Multibahasa | Penerjemah | Penulis

Kunjungi blog saya di www.neeslanguageblog.com

Content you may like

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

The beauty of speaking several...
Sunday, December 7th, 2014 – Chapter...
Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Polyglot Indonesia goes to UNAOC Global...
Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Hari ini, Minggu, 3 January 2016,...

Home

Organization

Newsletter