admin's picture
administrator

by admin on 

September 8, 2014
The Youth Event 2014 : Pemuda dan Kontribusinya terhadap Dunia
unaoc event.jpg

“Everyone matters, everyone can make a difference” Ban Ki Moon, 2014

Banyak yang berpikir bahwa generasi muda selalu terasosiasi dengan semangat meluap dan emosi yang tidak stabil. Ada pula yang menganggap bahwa pemuda hanyalah sekelompok manusia idealis yang belum memliki kedewasaan mental dan cenderung tidak bijak dalam membawakan diri mereka sendiri. Oleh karena itu, banyak sekali kasus-kasus kriminalitas maupun kenakalan yang serta merta dikaitkan dengan remaja. Tetapi, benarkah semua pemuda tidak mampu ikut andil dalam perubahan dunia? Apakah pemuda memang selalu harus dipinggirkan dalam proses pengambilan kebijakan?

Dalam Youth Event 2014 yang diselenggarakan di Bali kemarin, tampaknya semua pertanyaan tersebut memiliki jawaban yang sama: TIDAK.

 

Youth Event yang diselenggarakan di Bali tanggal 28 Agustus 2014 oleh United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC) merupakan salah satu perwujudan simbol keterlibatan generasi muda secara aktif dalam isu-isu gobal dan pencarian solusi akan konflik-konflik multidimensi yang ada di dunia internasional. Youth Event ini merupakan salah satu dari rangkaian acara the 6th UNAOC Global Forum dimana pemimpin dunia, korporasi, dan LSM dari seluruh dunia hadir untuk membicarakan isu-isu multikulturalisme dari berbagai belahan penjuru dunia.

 

Misi utama dari forum ini adalah untuk menciptakan kesadaran berpolitik dan menggerakkan aksi terencana pada level institusional dan masyarakat sipil dalam meningkatkan pemahaman serta hubungan kooperatif antar bangsa dan masyarakat dunia yang multikultural.  Dengan mengangkat tema “Unity in Diversity: Celebrating Diversity for Common and Shared Values”, forum ini akan menghubungkan 1500 peserta dari berbagai elemen termasuk pemuda.

 

Youth event sendiri dihadiri oleh 100 pemuda dari 46 negara. Ke 100 pemuda ini mewakili kelompok-kelompok yang muncul dari berbagai latar belakang yang berbeda. Salah satu kegiatan dalam youth event ini adalah Focused group discussion dimana ke 100 pemuda ini dibagi ke dalam 4 kelompok besar untuk menyusun rekomendasi yang akan disampaikan kepada para pemimpin dunia pada ajang the 6th global forum. Keempat kelompok tersebut adalah pendidikan, migrasi, kewirausahaan, dan media. Masing-masing kelompok kemudian memberikan 2 rekomendasi untuk the 6th Global Forum yang dilaksanakan sehari setelah Youth Event.

 

Selama mengikuti rangkaian acara the 6th Global Forum, para peserta youth event memperoleh kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai topik-topik tentang isu multikultural yang ada di dunia melalui kegiatan seminar, diskusi, maupun workshop. Di tahun ini, terdapat dua anggota Polyglot Indonesia yang menjadi peserta dalam acara tersebut yaitu Mira Zakaria Viennita Zakaria (Executive Director) dan Kunto Nurcahyoko (Koordinator Bahasa Inggris – Polyglot Indonesia Chapter Semarang).

Pada kesempatan kali ini, setidaknya terdapat tiga hal yang menjadikan youth event 2014 terasa spesial: Pertama, Youth event merupakan tempat berkumpulnya para aktivis muda dari seluruh dunia. The Youth event kali ini juga mengundang para pemuda yang datang dari berbagai bangsa, budaya, agama, bahasa, maupun latar belakang lainnya. Para peserta yang terseleksi dari sekitar 3000 pelamar ini pada awalnya diwajibkan mengirimkan essay tentang diri mereka dan pandangan mereka mengenai kebhinekaan. Setelah itu, essay tersebut dinilai oleh pihak UNAOC di New York dan kemudian dipilihlah 100 kandidat terbaik  untuk mengikuti youth event di Bali tahun 2014.

Kedua, Para peserta yang terpilih kebanyakan merupakan aktivis yang berpengalaman dalam bidang masing-masing. Hal ini memungkinkan adanya transfer sosial dan informasi yang besar. Diantara peserta, terdapat aktivis pembela hak-hak asasi di Maroko, kesukarelawaanan di Vietnam, dan masih banyak lagi. Setiap peserta memiliki elemen serta latar belakang yang dianggap mewakili keberagaman yang ada di dunia sehingga semangat youth event bisa kemudian ditularkan ke komunitas masing-masing saat acara telah usai.

Ketiga, youth event menekankan pendekatan diskusi untuk menghasilkan rekomendasi. Ide serta gagasan yang dihasilkan para pemuda di youth event kali ini diharapkan membawa perspektif baru dalam menyikapi permasalahan global. Para pemuda dianggap memiliki dimensi kebaruan yang tidak dimiliki oleh generasi-generasi pendahulu. Mereka hidup di jaman sekarang dengan tantangan jaman sekarang. Oleh karena itu, pendekatan serta pandangan pemuda akan permasalahan global menjadi penting untuk dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan. Kedelapan rekomendasi ini dibacakan di depan para pemimpin dunia. Diantara kedelapan rekomendasi tersebut dapat di download pada http://www.unaoc.org/wp-content/uploads/Youth-Recommendations.pdf 

Nantinya, rekomendasi ini akan dikirimkan ke semua negara anggota PBB sebagai cerminan ide dan gagasan dari pemuda di seluruh dunia. Sehingga setiap pengambilan kebijakan bisa mempertimbangkan aspek-aspek yang sudah direkomendasikan oleh para pemuda.

Melaui forum ini, diharapkan terciptanya hubungan yang kuat diantara pemuda dari seluruh dunia dan komunitas yang mereka wakili. Selain itu, diharapkan pula keterlibatan aktif pemuda dalam pengambilan kebijakan maupun implentasinya. Sehinggga semangat persatuan dalam mengatasi konflik multidimensi di dunia menjadi terjaga dan bisa terus ditingkatkan.

Kunto Nurcahyoko

Content you may like

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

When the moon hits your eye like a big...
Good Day, Language Enthusiasts!...
Keberagaman Suku Indonesia  (via: pelajaran.co.id)
Language is a vital element of human...
lobalisasi menjadi sebuah fenomena yang...
Polyglot Indonesia is present at the...

¡Saludos a los entusiastas del...

안녕하세요 자카르타 언어 애호가들~
...

Dalam rangka mempermudah belajar...

Keberagaman Suku Indonesia  (via: pelajaran.co.id)
Language is a vital element of human...
lobalisasi menjadi sebuah fenomena yang...
Polyglot Indonesia is present at the...