Ria
Contributor

by zuhairiah on 

Maret 30, 2018
Polyglot Muda dari Tanah Purwodadi
img-20180330-wa0017.jpg

Siapa yang tidak pernah mendengar kepiawaian mendiang Gayatri Wailisa yang mampu berbicara berbagai bahasa asing? Kita selalu berdecak kagum dengan kemampuannya dan mungkin bertanya-tanya, apakah ada anak Indonesia selain Gayatri yang memiliki kelihaian serupa? Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar nama Vremita Desectia; ia adalah gadis asal Jogjakarta yang mengguncang Bosnia dengan video YouTubenya karena Vre begitu lugas menyanyikan lagu kebangsaan Bosnia sambil mengenakan baju senada bendera Bosnia. Melihat video tersebut, bisa jadi ada diantara kita yang berpikiran, ‘Sepertinya wanita lebih mudah mempelajari banyak bahasa asing ya karena sudah terbiasa multi-tasking. Bagaimana dengan cowoknya, ga ada nih???

Ada lho!

Dengan bangga, kami perkenalkan member Polyglot Indonesia kami yang bernama Sigit (Foto: kanan bawah berkaus jingga). Pemuda berusia 24 tahun yang berasal dari Purwodadi, ibukota kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini ternyata memiliki kepiawaian yang sama dengan nama-nama yang telah disebut diatas. Sigit yang lahir dan besar dalam lingkungan berbahasa Jawa ini mengawali minatnya dalam bahasa asing saat dia duduk di bangku SMP. Bersekolah di salah satu SMP Islam atau yang biasa disebut dengan Madrasah Tsanawiyah membuat Sigit lancar berbicara bahasa Arab dan bahasa Inggris karena ia sangat menggemari pelajaran tersebut. Sayangnya, saat Sigit lulus SMP tahun 2009, ia tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA tepat waktu sehingga kemampuan berbahasanya karena tak ada media penunjang untuknya melanjutkan pelajaran bahasa-bahasa tersebut.

Untungnya, tahun 2012 Sigit memulai kembali menggeluti hal yang ia minati. Awalnya, Sigit ingin menguasai bahasa Persia namun karena terkendala materi belajar yang cukup sulit ditemukan di daerah Sigit pada saat itu, ia akhirnya berpaling dan memilih di waktu yang bersamaan untuk mempelajari bahasa Spanyol dan Mandarin. Hebatnya, meski Sigit sudah menguasai dua bahasa baru, ia masih tetap bersemangat untuk mencari cara agar dapat belajar bahasa Persia. Iapun berhasil; melalui internet Sigit menjalin pertemanan dengan orang-orang dari berbagai negara, dimana salah satunya berasal dari Iran. Untuk memperlancar praktek berbicara bahasa Persia, Sigit rela mengeluarkan pulsa cukup besar untuk menelpon temannya di Iran.

Pada tahun 2013, Sigit mulai mengenal Komunitas Bahasa Polyglot Indonesia yang berbasis di Jakarta. Harapannya untuk bergabung dengan komunitas Polyglot Indonesia pun berbuah manis. Polyglot Indonesia membuka Chapter di Semarang. Sejak saat itu keinginannya untuk belajar bahasa asing lainnya tak terbendung lagi. Total bahasa yang Sigit kuasai secara aktif kini ada 7 yaitu Indonesia, Jawa, Inggris, Spanyol, Mandarin, Turki, Portugis. Ia juga berbahasa Jerman, Prancis dan Rusia secara pasif. Bahasa Arab dan Persia sayangnya sudah tak lagi ia kuasai karena tidak pernah lagi mempraktekkan kedua bahasa tersebut.

Sigit, yang oleh teman-teman kuliahnya disebut sebagai google translate,  pernah menjadi guide temannya dalam bahasa Spanyol dan pada tahun 2016 ia menjadi penerjemah pada suatu acara berbahasa Spanyol. Sigit yang juga aktif sebagai anggota dari sebuah organisasi internasional untuk para pemuda yang membantu mengembangkan potensi kepemimpinan pemuda atau yang biasa dikenal dengan AIESEC (Association internationale des étudiants en sciences économiques et commerciales) ini juga sering menerima undangan dari berbagai SMA dan Universitas sebagai Narasumber dan bahkan pernah menjadi guru bahasa Inggris di SMA Muhammadiyah Mrican Semarang. Ia pun kini dipercayakan mengajar kegiatan ekstrakurikuler berbahasa Inggris di SMA N 11 Semarang

Sebagai seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Semarang, Sigit sangat bersyukur bahwa kemampuannya dapat membawanya pada titik ini. Ia juga berharap semoga ia dapat terus menginspirasi pemuda-pemudi yang berada di pelosok Indonesia agar tidak berkecil hati dan terus mengejar mimpi mereka. Dimana ada kemauan, disitu ada banyak jalan.

About the author

Konten yang mungkin menarik untuk anda

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

Keberagaman Suku Indonesia  (via: pelajaran.co.id)
Language is a vital element of human...
lobalisasi menjadi sebuah fenomena yang...
Polyglot Indonesia is present at the...
Keberagaman Suku Indonesia  (via: pelajaran.co.id)
Language is a vital element of human...
lobalisasi menjadi sebuah fenomena yang...
Polyglot Indonesia is present at the...