1. Tahun Berdiri? Dan Siapakah Penggagasnya?

Polyglot Indonesia didirikan pada tahun 2012 oleh ketiga founder Arra’di Nur Rizal (di Swedia, sekarang sedang bekerja di Lund University di Swedia), Monis Pandhu Hapsari (di Italia, Monis adalah Penggagas Polyglot Yogyakarta di thn 2010-2011 bersama Sandya Rani Yunita, sekarang sedang mengambil S2 yang kedua di Italia) dan Krisna Laurensius (saat pendirian, berkuliah di Korea, sekarang Diplomat RI di HongKong) sebagai wadah bagi semua penggemar bahasa yang menguasai atau sedang mempelajari bahasa Indonesia. Tahun 2013 kami mulai dengan kegiatan Language Exchange Meetup di Jakarta. Dalam waktu satu tahun, Polyglot Indonesia telah menginisiasikan Meetup di enam kota di Indonesia: Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Banda Aceh, Semarang.

Pada tanggal 17 Agustus 2013 kami mendeklarasikan Polyglot Indonesia sebagai organisasi non-profit terdaftar, agar dapat mengoptimalkan kegiatan kami dan mefasilitasi kerjasama dengan pihak ketiga.

 

  1. Latar belakang dan tujuan dibuatnya Komunitas Polyglot Indonesia?

LatarBelakang/Sejarah

Terinspirasi oleh komunitas Polyglotclub di Paris, motivasi awal pembentukan grup polyglot di Yogyakarta adalah untuk memperbanyak jam praktek bahasa asing yang sedang dipelajari dalam suasana yang santai dan fun. Pembentukan Polyglot Yogyakarta dipelopori oleh Monis Pandhu dan Sandya Rani Yunita, yang mengadakan pertemuan Polyglot kali pertama pada bulan Agustus 2010. Ada 1 orang polyglot dari Amerika yang datang di pertemuan pertama tersebut, David Cox, yang menguasai 6 bahasa termasuk bahasa Indonesia.

 

Melalui Facebook komunitas ini dengan cepat dikenal oleh para penggemar belajar bahasa di Yogyakarta dan dalam beberapa minggu kemudian pertemuan grup rutin dihadiri antara 15-30 orang Indonesia dan orang asing. Karena semakin banyak yang bergabung dan banyaknya jenis bahasa yang diminati, pertemuan dibagi-bagi per bahasa, dengan masing-masing satu koordinator per bahasa yang mengatur jadwal masing-masing pertemuan sesuai kesepakatan, dan sebulan sekali tetap diadakan All Languages Polyglot Meeting.

Mulai pertengahan tahun 2011, kegiatan Polyglot Yogyakarta menjadi kurang aktif dikarenakan beberapa koordinator Polyglot Yogyakarta di waktu bersamaan melanjutkan studi mereka ke Perancis dan Italia. Hanya grup bahasa Spanyol dan Jerman yang saat itu masih aktif.

 

Pada akhir tahun 2011 tanpa mengetahui telah terbentuknya Polyglot Yogyakarta, Arradi Nur Rizal yang berdomisili di Stockholm juga memiliki ide untuk mengadakan pertemuan antar teman-teman yang gemar belajar banyak bahasa. Ia mencoba mengontak para polyglot dari Indonesia. Salah satu yang dikontak oleh Rizal adalah Krisna seorang polyglot yang saat itu tinggal di Korea. Rizal mengontak Krisna setelah melihat video-video Krisna berlatih 13 bahasa di Youtube. Disaat yang hampir bersamaan, Rizal yang berada di Swedia juga berkorespondensi dengan Monis yang tinggal di Italia. Diskusi-diskusi dengan Krisna dan Monis mengenai pembelajaran bahasa dan komunitas polyglot kemudian semakin memantapkan niat Rizal untuk menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan polyglot, bukan hanya di Yogyakarta, namun di seluruh kota di Indonesia. Pada awal tahun 2012, Polyglot Indonesia dibentuk.

 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempraktekkan bahasa lebih banyak dengan suasana yang santai fun meminimalisir terintimidasi.  Disini juga kita dapat bertukar informasi (seperti informasi beasiswa atau informasi perjalanan) dan tentu saja untuk melebarkan jaringan pertemanan.

Kegiatan ini ditujukan untuk 3 kelompok orang di bawah ini

1.    Orang-orang Indonesia yang pernah mempelajari bahasa asing di luar negeri dan ingin menjaga kemampuan bahasa mereka.

2.    Orang-orang Indonesia yang ingin meningkatkan kemampuan percakapan mereka dengan berlatih bercakap-cakap dengan penutur asli dan pelajar bahasa yang lain

3.     Orang-orang asing yang ingin berlatih percakapan bahasa Indonesia dan ingin membantu orang yang untuk mempelajari bahasa ibu/asli mereka.

 

Visi & Misi

Visi

Polyglot Indonesia merupakan cultural hub untuk peningkatan cultural awareness dan communication proficiency : Polyglot Indonesia adalah platform bagi masyarakat di Indonesia untuk berinovasi dan saling menginspirasikan dalam proses belajar, mempraktekkan, bertukar pandangan serta berkolaborasi pada bidang budaya dan bahasa.

 

Misi

Polyglot Indonesia berkontribusi melalui cara berikut:

    Mefasilitasi praktek bahasa yang dapat meningkatkan keunggulan (competitiveness) penutur bahasa asingnya pada kehidupan pribadi, sekolah ataupun karir

    Mendukung dan melaksanakan kegiatan pertukaran bahasa dan budaya yang dapat meningkatkan pemahaman lintas-budaya (cross-cultural understanding)

    Mefasilitasi pertemuan, pertukaran informasi dan peluang kerja pada bidang pertukaran budaya dan bahasa

    Mengembangkan sikap mental, pola pikir yang konstruktif, berkualitas, kreatif dan mandiri melalui dialog dan kegiatan pengembangan kapasitas (capacity development measures) bagi peserta kegiatan Polyglot Indonesia.

 

  1. Adakah sasaran usia yang ingin dituju? Atau terbuka untuk umum, untuk anak-anak sekalipun?

Cakupan peserta kegiatan Polyglot Indonesia sangatlah luas dari segi latar belakang, profesi dan usia. Hingga saat ini, peserta kegiatan antara lain dari kalangan mahasiswa, alumni Indonesia dari perguruan tinggi luar negeri, siswa SMP dan SMA, wirausahawan, peneliti, karyawan swasta dan organisasi internasional, serta PNS, dengan range usia 10 tahun hingga diatas 70 tahun.

Sebagai wadah pecinta bahasa, kami terbuka bagi siapapun yang ingin berkreasi selama mempunyai passion pada bidang bahasa dan budaya, serta beraspirasi positif dan mempunyai semangat belajar.

 

  1. Jika ingin bergabung, bagaimana caranya?Apakah minimal berapa bahasa asing yang harus dikuasai?

    Pada dasarnya teman-teman bisa langsung bergabung ke group facebook kami (http://www.facebook.com/groups/polyglotindonesia/) ataupun menyatakan minat untuk berkontribusi pada website kami di www.polyglotindonesia.org

 

Untuk mengikuti acara meetup kami, bisa langsung mendaftar dan tidak ada biaya. Mengenai informasi pendaftarannya akan disampaikan melalui fanpage kami dan twitter account kami.  Follow kami di Twitter @PolyglotIndo atau Like di PolyglotIndonesia Fanpage di https://www.facebook.com/polyglotindonesia. Dengan mengikuti FB Page dan Twitter kami,  para pecinta bahasa bisa mendapatkan update mengenai kegiatan di setiap chapter untuk diikuti.

 

Untuk bahasa yang dikuasai kami tidak mematokkan untuk tingkat kemampuan bahasanya, namun kami sarankan agar para peserta mempunyai kemampuan dasar yang cukup guna mengikuti diskusi saat meetup dan memberikan pendapat mengenai tema yang sedang dibicarakan. Jika seseorang datang dengan minat untuk menekuni atau melancarkan praktek satu bahasa saja, itu sudah cukup menjadi bekal untuk mengikuti salah satu Language Exchange Meetup kami.

 

  1. Selain pertemuan/ kopi darat, apakah ada kegiatan rutin bulanan atau tahunan?

Kegiatan kami sangat bervariasi pada setiap Chapter. Kami telah mengisi beberapa Talkshow seperti di Jakarta Book Fair dalam kerjasama dengan Penerbit Buku Bahasa Kesaintblanc ataupun dengan Universitas seperti UIN, Jakarta. Selain itu juga ada acara Nonton Bareng Film-film bahasa asing & Diskusi, seperti yang akan diadakan di Chapter Aceh, dalam kerjasama dengan Komunitas Tikar Pandan, Goethe Institut dan Perhimpunan Alumni Jerman di Aceh.

Di Surabaya kami bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya di Rumah Bahasa, dimana Polyglot Indonesia mengisi beberapa sesi les bahasa secara rutin.

Selain itu kami memberikan pengetahuan Language 101 melalui Social Media Accounts kami, di FB Page dan Twitter, termasuk sesi #LestarikanBahasaDaerah.

 

Dikarenakan Polyglot indonesia baru menginjak usia 1 tahun berjalan dengan kegiatannya, kami merencanakan agenda tahunan dengan National Gathering untuk para Koordinator dan Kontributor dari setiap chapter, diakhiri dengan Meetup di kota tersebut. Kedepannya kami ingin mewujudkan lebih banyak kerjasama positif dengan berbagai kalangan: Pusat Kebudayaan, Universitas, Pemerintah Komunitas dan organisasi yang mempunyai visi dan minat yang serupa, untuk sama-sama memajukan kemampuan dan pengetahuan masyarakat Indonesia dan mengambil bagian dalam mempersiapkan masyarakat khususnya anak muda Indonesia untuk berprestasi pada platform internasional.

 

  1. Di Indonesia, dimana saja ada perkumpulan Polyglot Indonesia? Apakah ada cabang/ perwakilan di kota-kota besar lainnya?  

Hingga saat ini, kami mempunyai perwakilan Polyglot Indonesia yang kami sebut Chapter di 6 kota besar, yaitu: Banda Aceh, Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta. Masing-masing chapter dikelola oleh para Koordinator Bahasa, yang mahir dalam bahasa yang dipegang olehnya, serta para kontributor yang turut mengisi kegiatan kami.

 

  1. Apakah ada strategi komunikasi dari Polyglot Indonesia, agar masyarakat lebih mengenal atau aware?

Language is universal and binds us all together in the process of communicating. Pada dasarnya, bahasa akan selalu “à la mode” karena kemampuan bahasa semakin penting, juga karena membantu kita untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari negara lainnya dan mengurangi potensi kesalahpahaman antar dua pihak dari dua budaya yang berbeda.

 

Mandat kami sebagai organisasi berbasis komunitas adalah untuk memberikan ruang berekspresi, berkreasi dan bereksplorasi, agar masyarakat dapat mengekspresikan pemikirannya melalui media yang tersedia. Oleh karena itu, kami memberikan ruang bagi para koordinator bahasa, kontributor beserta peserta kegiatan untuk berkreasi pada bidang language & cultural exchange. Dengan tambahan media seperti Facebook, Twitter dan Website, kami bermaksud untuk menginisiasi dan memperbanyak dialog dalam bidang tersebut. Kami berusaha mempertahankan dan menciptakan kegiatan yang memberikan energi positif dan bersifat edukatif serta pengetahuan yang baru bagi para peserta, agar masing-masing tetap semangat dalam meningkatkan/mempertahankan kemampuan bahasa serta mengikuti kegiatan kami.

 

Yang mengambil bagian dari komunitas ini dapat membandingkan Polyglot Indonesia sebagai playground untuk mengasah kemampuan bahasa dan serta soft skills dan technical skills mereka, dengan berkontribusi sesuai dengan talenta dan minat mereka dalam kegiatan di masing-masing chapter ataupun dalam kepengurusan organisasi sambil membesarkan Polyglot Indonesia secara bersama-sama.

 

Prinsipnya simpel: If you like Polyglot Indonesia, go spread the word, if you don’t, tell us how we can make it better together with you. Kami sangat terbuka untuk dialog, evaluasi dan kerjasama. Kini juga saatnya dimana setiap orang bisa menjadi bagian dari sebuah gerakan edukatif. Dengan internet dan social media, saat ini setiap orang dapat menjadi advocate.

 

  1. Saat ini, siapakah peserta yang paling banyak menguasai bahasa asing? Berapa bahasa yang dikuasainya?

Selama yang kami ketahui dan pernah bertemu, termasuk koordinator kami, rata-rata mereka mempelajari dan menggunakan  5 bahasa. Yang paling banyak saya ketemui dan kami juga mempunyai videonya adalah teman kami dari Yogyakarta bernama Vremita Desectia yang mempelajari dan menggunakan 11 bahasa.

Vremita juga sempat diliput oleh sejumlah media di negara Bosnia dan sekitarnya, saat mengungah lagu yang dinyanyikan olehnya dalam bahasa bosnia.

Referensi:

Talkshow dgn Vremita (NET): http://www.youtube.com/watch?v=jGwlhWhD8bA

Vremita mengguncang Bosnia: http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/11/10/gadis-indonesia-mengguncang-bosnia-608048.html

 

  1. How to join our activities ?

Our community is free of charge to join, and first steps are to follow our FB Fanpage at www.facebook.com/polyglotindonesia for language tips and facts and participate in our FB Discussion Group at www.facebook.com/groups/polyglotindonesia, where you may find a lot of members sharing your interest and where you may be able to find some conversation partners for language practise. You may also follow us on twitter @polyglotindo. Also you can read our articles and upcoming events in http://polyglotindonesia.org.

Should you want to participate in one of the Language Exchange Meetups in one of the cities, Jakarta - Bandung - Surabaya - Yogyakarta - Semarang - Aceh, please check regularly on our Fanpage or Twitter, for announcements on the registration to these events. You will be invited once we find the people with the same language level in conversations. Please note that meetups take place between 2x/month - 1x/month, depending on the public's demands.

We'll be happy to welcome you into one of our next meetups!

 

  1. Akun social media/ Alamat Website yang kamu bisa follow?

FB Page: www.facebook.com/polyglotindonesia

FB Discussion Group: www.facebook.com/groups/polyglotindonesia

Twitter: @polyglotindo. twitter.com/polyglotindo

Instagram: @polyglotindonesia. www.instagram.com/polyglotindonesia 

Website: www.polyglotindonesia.org

Thank you!

 

    Mira Fitria Viennita Zakaria

    Executive Director | Polyglot Indonesia

   mira.zakaria@polyglotindonesia.org

 

Konten yang mungkin menarik untuk anda

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

The beauty of speaking several...
Sunday, December 7th, 2014 – Chapter...
Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Polyglot Indonesia goes to UNAOC Global...

 

            Seperti yang...

Pada era kini, mempelajari bahasa...

Globalisasi menjadi sebuah fenomena...

Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Hari ini, Minggu, 3 January 2016,...

Home

Organisasi

Newsletter