Guest Contributor

by teddy.nee on 

Maret 18, 2017
6 Cara Memilih Bahasa Untuk Dipelajari
32377372190_daa458b478_b.jpg

Banyak dari kita mempelajari bahasa asing di sekolah. Ada yang cuma mempelajari satu bahasa, ada juga yang mempelajari hingga tiga bahasa (misalnya saya yang mempelajari bahasa Inggris, Tionghoa dan Jerman). Pada saat itu, pelajaran bahasa Inggris dan Tionghoa adalah pelajaran wajib, sedangkan pelajaran bahasa Jepang dan Jerman adalah pelajaran pilihan.

Mari sampingkan cerita sekolah dan fokus pada cara bagaimana memilih bahasa untuk dipelajari. Bagaimana kamu membuat keputusan tersebut? Di bawah ini, saya telah membuat sebuah daftar yang dapat membantumu menentukan bahasa untuk dipelajari.

1. Kemiripan

Di Malaysia, saya bisa pergi ke manapun dengan mudah dengan berbahasa Indonesia. Bahasa Melayu dan Indonesia sangatlah mirip, kalau bukan sama. Namun, penutur kedua bahasa tersebut masih dapat mengenali beberapa perbedaan, misalnya aksen dan kosakata.

Kamu dapat memilih bahasa yang sama dengan bahasa yang telah kamu bisa. Hal ini dikarenakan, kamu akan dapat mengerti sejumlah kata dari bahasa tersebut bahkan sebelum kamu mempelajarinya. Keuntungan dari mempelajari bahasa yang mirip adalah hemat waktu dan kerugiannya adalah kamu mungkin akan mencampurkan kata-kata dari bahasa yang berbeda.

2. Gengsi

Percaya atau tidak, beberapa dari kita mempelajari bahasa tertentu karena alasan gengsi. Ada juga yang berpendapat bahwa dengan mengetahui bahasa tertentu dapat meningkatkan status sosial. Bahasa yang bergengsi biasanya adalah bahasa populer, baik itu bahasa Inggris, Perancis ataupun yang lain. Kamu dapat mempelajari bahasa ini dengan mudah pada saat sekarang. Cukup mencarinya di internet.  

3. Kepentingan

Salah satu alasan untuk mempelajari bahasa adalah untuk pekerjaan. Kamu harus meletakkan bahasa ini sebagai prioritas jika alasanmu adalah untuk pekerjaan. Ada banyak orang luar negeri di Taiwan yang bekerja sebagai sales internasional karena kemampuan bahasa mereka adalah aset yang sangat berharga disamping pengetahuan mereka tentang pasar bisnis di mana perusahaan tersebut menjalankan bisnis.

Jika bahasa Inggris bukanlah bahasa asli bagimu dan kamu bekerja sebagai sales internasional, maka bahasa Inggris haruslah menjadi bahasa yang akan kamu gunakan dengan pelanggan luar negeri. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan bahasa Inggris haruslah menjadi prioritas. Namun, saya anjurkan bahwa mempelajari bahasa lainnya juga bagus karena akan lebih baik jika mengetahui lebih banyak bahasa.

4. Ketersediaan

Cek jika terdapat perpustakaan atau pusat pendidikan di sekitarmu yang menyediakan kelas-kelas bahasa. Kamu dapat mendaftar ke kelas tersebut karena dengan mempelajari bahasa di kelas tidak hanya kamu dapat dibantu oleh seorang guru tapi juga teman-teman kelas yang dapat berlatih denganmu. Karena semua orang di kelas juga sedang mempelajari bahasa tersebut, sama halnya denganmu, maka kamu tidak akan merasakan banyaknya tekanan dalam menggunakan bahasa yang kamu pelajari karena teman kelasmu juga akan membuat kesalahan, sama seperti dirimu.

5. Rumpun bahasa yang sama

Bahasa dari rumpun yang sama pada umumnya memiliki karakteristik yang mirip. Beberapa contoh dari rumpun bahasa adalah rumpun bahasa Roman, Slavik, Jermanik dan Austronesia. Bahasa Indonesia termasuk ke dalam golongan rumpun bahasa Austronesia, yang juga sama dengan bahasa asli Taiwan, bahasa Malagasi di Afrika dan bahkan bahasa-bahasa Polinesia di Samudera Pasifik.

Negara-negara yang berada dekat satu sama lain biasanya memiliki bahasa yang mirip. Jika kamu menemukan adanya negara-negara yang terletak jauh satu sama lain tapi memiliki bahasa yang sama, itu dikarenakan penjajahan atau migrasi. Contohnya, bahasa Belanda juga digunakan di negara-negara di Karibia dan Suriname di Amerika Selatan, selain negara asalnya yaitu Belanda; di Afrika Selatan terdapat bahasa Afrikaans yang berasal dari bahasa Belanda, yang kemudian bercampur dengan bahasa lokal sehingga menjadi sebuah bahasa yang identik.

6. Kesenangan

Mengapa kamu tidak mempelajari bahasa demi kesenangan? Percayalah, semakin lama kamu menghabiskan waktu dengan bahasa-bahasa, kamu akan semakin termotivasi untuk mempelajari lebih banyak. Hal ini dikarenakan setelah kamu mengetahui suatu atau beberapa bahasa, akan lebih mudah untuk mempelajari bahasa lainnya karena kamu akan telah mengerti bagaimana cara kerja suatu bahasa dan persamaannya dengan bahasa yang kamu ketahui.

Ada orang yang suka membuat bahasa, yang kemudian disebut bahasa buatan. Beberapa contohnya adalah Navi, Klingon dan Elvish yang dibuat untuk film dan buku. Ada juga bahasa yang dibuat dengan alasan akademik, misalnya Toki Pona dan Lingua Franca Nova (elefen), atau ada juga yang dibuat sebagai bahasa perantara, misalnya Esperanto, Interlingua, Novial dan Volapuk.

Bahasa Esperanto adalah bahasa buatan yang paling banyak digunakan hingga saat ini. Bahkan terdapat juga penutur asli bahasa Esperanto! Universala Esperanto Asocio (UEA), atau Asosiasi Esperanto Universal, adalah asosiasi internasional Esperanto terbesar di dunia yang menyelenggarakan kongres terbesar Esperanto tahunan di berbagai negara. Saat ini, telah terdaftar anggota dari 120 negara. 

Tonton video berikut untuk mengetahui lebih jauh tentang Esperanto: Esperanto: Like a Native

--
Jadi bagaimana? Apakah kamu sudah tahu bahasa apa yang akan kamu pelajari? Jika kamu punya cara-cara lain dalam memilih bahasa, tuliskan di kotak komentar agar kita dapat belajar satu sama lain.

 

Photo Credit: Sockenhummel Flickr via Compfight cc

About the author

Konten yang mungkin menarik untuk anda

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

The beauty of speaking several...
Sunday, December 7th, 2014 – Chapter...
Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Polyglot Indonesia goes to UNAOC Global...

Apakah kamu sadar bahwa bahasa...

Speak Up

Polyglot Indonesia has this great...

Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Hari ini, Minggu, 3 January 2016,...

Home

Organisasi

Newsletter