zhakia.ulfah's picture
Editor, French Language Coordinator

by zhakia.ulfah on 

September 15, 2017
Sing the languages! Polyglot Indonesia National Gathering 2017: International Song Cover Competition
21231034_1908729572488145_5909586570508319502_n.jpg

Pada era kini, mempelajari bahasa asing dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan lagu. Ya! Tidak hanya caranya yang menyenangkan, belajar bahasa dari lagu dapat menambah kosakata dan juga dapat mempelajari pengucapan kata tersebut. Maka dari itu untuk melengkapi tema pada tahun ini : Breaking the language barrier, untuk pertama kalinya dalam rangkaian Polyglot Indonesia National Gathering, Polyglot Indonesia mengadakan International Song Cover Competition

Walaupun diadakan untuk pertama kali, animo para pecinta musik ternyata diluar ekspektasi. Dari sekian banyak peserta yang mengikuti audisi, akhirnya terpilih 15 terbaik untuk lanjut ke babak final pada hari Minggu, 20 Agustus 2017 di Lippo Plaza Jogja.

Final International Song Cover Competition sendiri memiliki konsep yang cukup berbeda dari Song Cover Competition pada umumnya. Lagu-lagu yang dibawakan pada live show finale, ternyata berbahasa asing selain Inggris dan Indonesia, serta terdiri dari dua putaran. Pada putaran pertama, finalis diharuskan untuk memilih dan menyanyikan lagu wajib, yaitu Jai Ho-berbahasa India, Bailando-berbahasa Spanyol, La Festin-berbahasa Perancis dan Liu Xing Yu-berbahasa Mandarin. Pada putaran kedua, para peserta bebas membawakan lagu apa saja, tetapi selain bahasa Indonesia dan Inggris.

 

Dari 15 finalis bersuara emas tersebut, akhirnya terpilih 4 pemenang yang terbagi dalam 4 kategori : Juara 1,2,3 dan juara pilihan penonton. Juara ketiga diraih oleh Jessy Ridhofillah (@jessyridhofillah), juara kedua dan pilihan penonton diborong oleh Made Agastya Ardana (@agastyardana), dan Juara pertama berhasil diraih oleh Thomas Vinsen Boly (@tommyboly). Masing-masing pemenang berhak mendapatkan sertifikat dan juga uang tunai jutaan rupiah.

 

Walaupun berjudul kompetisi, ternyata para finalis telah membangun hubungan pertemanan. Selain itu  mereka merasakan bahwa mempelajari lagu berbahasa asing ternyata cukup menantang dan sangat menarik.

 

 

 

 

About the author

This former regional coordinator of Polyglot Indonesia Bandung is known for being talkative and always have a lots of spirits. Currently she works for Decathlon Indonesia, Europe's number one sport retail brand from France, as Tennis Department Manager. Other than her daily work and managing Polyglot Indonesia's projects, she enjoys watching videos or movies, and also making it. It even brought her to Singapore to attend the Movie Making Workshop as Indonesia's representative. Aside of her passion in sports, language, and culture, she also has a huge interest in social business development field. If you have the same interests as her, she would not mind spending hours of conversation.

Content you may like

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Dunia telah berkembang sedemikian...

Pernahkah kamu berpikir mengapa...

You may not know this but every year on...
Good Day, Language Enthusiasts!...
Keberagaman Suku Indonesia  (via: pelajaran.co.id)
Language is a vital element of human...
lobalisasi menjadi sebuah fenomena yang...
Polyglot Indonesia is present at the...

Banyak yang bermimpi untuk mampu...

You may not know this but every year...

¡Saludos a los entusiastas del...

Keberagaman Suku Indonesia  (via: pelajaran.co.id)
Language is a vital element of human...
lobalisasi menjadi sebuah fenomena yang...
Polyglot Indonesia is present at the...