Contributor, Founder
August 16, 2014
Pentingnya Native Speaker
800px-thumbnail.jpg

Banyak orang belajar bahasa asing di tempat-tempat kursus atau di beberapa sekolah bahasa asing di mana terdapat beberapa pengajar asing penutur asli bahasa-bahasa tersebut. Hal ini sangatlah bagus mengingat peran penutur asli dalam mengajar bahasa asing sangatlah penting baik sebagai partner latihan percakapan atau sebagai sumber yang bisa menjelaskan sedikit banyak lebih detail tentang bahasa atau bahkan budaya tentang beberapa orang mungkin berbakat dalam belajar bahasa. Mereka mungkin mampu memahami dengan baik tata bahasa serta mengkombinasikan beberapa kata dan frasa untuk kemudian menciptakan kalimat-kalimat sendiri dalam bahasa asing tersebut.

Beberapa mungkin bahkan mampu berbicara dengan lancar setelah melakukan kombinasi-kombinasi tersebut dan menciptakan kalimat-kalimat sendiri. Tentu saja hal ini merupakan suatu pencapaian yang membanggakan dalam mempelajari bahasa asing. Akan tetapi, seringkali kalimat yang mereka rangkai sendiri terdengar canggal bagi penutur asli bahasa tersebut. Kenapa demikian? Jawabannya adalah kebanyakan dari pelajar bahasa asing menciptakan sendiri kalimat mereka dengan cara berpikir serta model pola kalimat yang biasa mereka pakai dalam bahasa asli mereka. Sehingga bisa dikatakan, misalnya pelajar bahasa asing itu adalah orang Indonesia yang belajar bahasa Inggris, berarti mereka akan cenderung berbicara bahasa Inggris dengan pola bahasa Indonesia yang kadang bisa terdengar janggal bagi penutur asli bahasa Inggris. Kenapa janggal? Karena kalimat yang dipakai pelajar tersebut tidak pernah muncul dalam percakapan sehari-hari para penutur asli bahasa Inggris. Hal ini sebenarnya bukanlah hal yang buruk dalam belajar bahasa asing, akan tetapi menggunakan kalimat-kalimat yang janggal bagi penutur asli terkadang bisa menciptakan pergeseran arti atau kesalahpahaman antara pelajar bahasa asing dengan penutur asli.

Mungkin banyak sekali pelajar yang kreatif yang setelah menguasai grammar sampai tingkatan tertentu kemudian mampu mengkombinasikan frasa dan kata untuk membentuk kalimat mereka sendiri tetapi jika seringkali juga mereka membuat kalimat-kalimat baru yang janggal bagi penutur asli. Nah, untuk mengatasi permasalahan ini, seorang pelajar bahasa asing idealnya harus sering berpraktek dengan penutur asli, mendengarkan banyak siaran berbahasa asing, dan membaca artikel-artikel bahasa asing. Jika dimungkinkan untuk bisa bertemu dengan penutur asing bahasa yang sedang dipelajari malah sangat bagus karena hanya penutur aslilah yang mampu menilai kalimat-kalimat yang dibuat pelajar tadi janggal atau tidak, alamai atau tidak. Sebagai seorang pelajar bahasa asing tentu sangat sulit untuk menilai dan merasakan bahwa kalimat yang dia buat terdengar alami atau tidak bagi penutur asli, kecuali pelajar tersebut telah menggeluti bahasa yang dipelajarinya dan tinggal di negara tempat bahasa itu dipakai dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga dia telah mendapatkan ‘sense’ bahasa yang dipelajarinya. Meskipun demikian, tetap saja peran penutur asli dalam menilai kealamian kalimat-kalimat pelajar bahasa asing adalah yang terbaik.

Dari penjabaran di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar bahasa asing dari penutur asli sangatlah penting. Melalui latihan percakapan dengan penutur asli, seorang pelajar bahasa asing akan menyerap gaya bahasa mereka, kalimat-kalimat yang janggalpun akan bisa dikoreksi oleh penutur asli. Dengan demikian, pelajar bahasa asing tersebut setahap demi setahap akan mampu berbicara bahasa asing dengan lebih alami.

Jika seorang pelajar bahasa asing memang tidak menemukan penutur asli di sekitar tempat tinggalnya, dia bisa menggunakan media internet untuk mendapatkan ‘resources’ bahasa asing yang sedang dia pelajari. Dia bisa mendapatkan contoh percakapan antara penutur asli di internet dan meng’copy’ kalimat yang mereka pakai. Selain itu dia juga bisa melihat film yang dilengkapi teks bahasa asing tersebut, sehingga dia bisa memahami apa yang diucapkan oleh penutur asli dan meng’copy’ kalimat-kalimat mereka untuk kemudian dipergunakan dalam latihan percakapannya sendiri, dengan demikian kalimat-kalimat bahasa asing yang dipakai tidak lagi terdengar janggal bagi penutur asli karena memang dia menggunakan model kalimat yang dipakai oleh penutur asli.

image By Erica Fouche [Public domain], via Wikimedia Commons

About the author

Krisna is one of the Indonesian hyperpolyglot who speaks 8 languages. He can switch easily between, Japanese, Mandarin, Cantonese, and Korean. After finishing his master degree in Korea, he continues to work as diplomat for Indonesian Ministry of Foreign Affairs. He is currently assigned in Indonesian Embassy in Hongkong.

Content you may like

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

The beauty of speaking several...
Sunday, December 7th, 2014 – Chapter...
Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Polyglot Indonesia goes to UNAOC Global...
Speak Up

Polyglot Indonesia has this great...

Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Hari ini, Minggu, 3 January 2016,...

Home

Organization

Newsletter