Contributor, Founder
November 7, 2014
Pentingkah Belajar Bahasa Asing?
640px-haitian_students_learn_english

Suatu sore saya sedang duduk di teras rumah saya bersama dengan seorang teman lama. Saya sebut teman lama karena saya sudah kenal dia (dan begitu pula sebaliknya) sejak masih SMP. Sambil menikmati semangkuk bakso, teman saya mengajukan sebuah pertanyaan kepada saya..”Kenapa sih kamu suka sekali mempelajari bahasa asing?”

Saya tanpa ragu-ragu menjawab,”Ya  karena belajar bahasa asing itu hobby saya. Saya merasa ada kesenangan sendiri saat saya mempelajari bahasa asing sampai pada satu tingkatan saya bisa mengungkapkan sesuatu dalam bahasa tersebut.”

Teman saya itu lalu mengangguk-anggukan kepalanya dan mulai mengajukan pertanyaan kedua “Lah kalau begitu Bro..(demikian biasanya kami saling  menyapa) selain kesenangan,apa ada manfaat lain yg kamu peroleh dari mempelajari bahasa asing? Penting kah belajar bahasa asing?”

Saya jawab begini,” Ya penting banget Bro!! Kalau kita bisa banyak bahasa asing kan kita bisa punya lebih banyak peluang untuk berhubungan dengan Negara pemilik bahasa asing itu dan orang-orangnya. Misalnya kita cuma bisa bahasa inggris. Tapi teman kita bisa bahasa Inggris dan Jepang. Kalau kita ketemu orang Jepang yang bisa bahasa Inggris, aku yakin orang Jepangnya akan lebih suka bicara dengan teman yang bisa bahasa Jepang.”

“Atau gampangnya begini, kalau kamu ketemu dengan 2 orang Bule. Yang satu cuman bisa bicara bahasa Inggris tapi yang satunya lagi bisa bicara bahasa Indonesia juga selain bahasa Inggris, kira-kira yang mana yang lebih sering kamu ajak ngobrol?”

Sambil mengunyah baksonya,teman saya menjawab,”Ya yang palng cakep lah yang paling sering aku ajak ngobrol hahahaha….Gak lah,aku bercanda Bro..jelas lah aku lebih banyak ngobrol dengan yang bisa bahasa Indonesia karena aku merasa lebih enak gitu…lebih nyaman ”,demikian jawab teman saya.

Lalu saya melanjutkan,” Nah itu dia salah satu manfaat belajar bahasa asing. Dari ngobrol-ngobrol dengan orang asing siapa tau kita bisa dapat sesuatu yang berharga. Pekerjaan mungkin?atau beasiswa?atau cuman sekedar teman baru. Apa pun itu pasti memberi manfaat lah bagi kita”

“Ah Bro….untuk aku yang tidak hobby belajar bahasa asing ini, alasan yang kamu kemukakan tadi masih belum cukup membuatku termotifasi untuk belajar bahsa asing kalau cuman begitu saja. Beri aku satu alasan lagi Bro… Yah untuk orang yang tidak punya hobby belajar bahasa asing seperti aku ini butuh lah  motivasi ato alasan yang lebih kuat,kenapa sih aku perlu mempelajari bahasa asing? Kalau untuk bahasa Inggris sih aku sudah cukup paham lah manfaatnya,makanya kayaknya emang sudah wajib lah bagi kita2 ini untuk mempelajarinya. Tapi kalau bahasa yang lain gimana tuh?”

Saya terdiam cukup lama sambil mencoba memposisikan diri saya sebagai teman saya. Mungkin teman saya ada benarnya. Bagi saya yang hobby belajar bahasa, asyik-asyik aja mempelajari banyak bahasa baru, memahaminya secara gramatikal, menghafal kosakatanya. Tapi kalau orang yang tidak hobby seperti teman saya ini pasti malas lah kalau tanpa ada alasan kuat harus mulai mempelajari suatu bahasa asing.

Setelah terdiam agak lama,saya lalu menjawab, ”Yah, emang nggak bisa dipaksakan juga sih Bro..dan emang belajar bahasa asing nggak perlu untuk dipaksakan kalau kita sendiri nggak menemukan minat atau manfaat di dalamnya. Hanya saja aku percaya, kesenangan atau manfaat itu bisa kita temukan kalau kita mau mencarinya. Setelah kita menemukannya, barulah akan muncul motivasi kita untuk belajar bahasa asing. Dan kasusnya akan menjadi berbeda tiap-tiap orangnya. Seperti adikku, dia pengen banget dapat beasiswa ke Jepang. Karena itu, saat ini dia mati-matian belajar bahasa Jepang. Jadi motivasinya untuk belajar bahasa Jepang muncul setelah dia berminat untuk mendapat beasiswa kuliah ke Jepang”

Teman saya kembali terdiam sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Tiba-tiba terdengar soundtrack sebuah drama Korea dari televisi di ruang tamu rumah saya. Teman saya itu lalu berkata kepada saya, “Bro..ajari aku bahasa Korea ya..?”

“ Kenapa tiba-tiba pengen belajar bahasa Korea?” Tanya saya dengan heran.

“ Yah siapa tau suatu saat aku bisa ke Korea dan menemukan jodohku di sana hahaha….”

image by Emma Taylor [CC-BY-2.0 (http://creativecommons.org/licenses/by/2.0)], via Wikimedia Commons

About the author

Krisna is one of the Indonesian hyperpolyglot who speaks 8 languages. He can switch easily between, Japanese, Mandarin, Cantonese, and Korean. After finishing his master degree in Korea, he continues to work as diplomat for Indonesian Ministry of Foreign Affairs. He is currently assigned in Indonesian Embassy in Hongkong.

Content you may like

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

The beauty of speaking several...
Sunday, December 7th, 2014 – Chapter...
Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Polyglot Indonesia goes to UNAOC Global...
Speak Up

Polyglot Indonesia has this great...

Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Hari ini, Minggu, 3 January 2016,...

Home

Organization

Newsletter