Chairman, Founder

by rizal on 

November 10, 2016
Pengalaman mengikuti Polyglot International Conference
Dinner with Polyglot Conference participant

Tidak terasa seminggu telah berlalu sejak saya mengikuti Konferensi Polyglot International. Pada tahun 2016 ini, konferensi tersebut diselenggarakan di Thessaloniki, Yunani. Sedikit informasi, Komunitas polyglot dunia pada saat ini mengadakan dua macam kegiatan tahunan. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah Polyglot Gathering yang selalu ada di Berlin dan Polyglot International Conference yang lokasi penyelenggaraannya di kota yang berbeda setiap tahunnya. Kemudian, Polyglot International Conference juga dianggap lebih formal dengan pembicara seperti para professor bahasa.

Konferensi tahun ini adalah konferensi yang ke-empat dan ini adalah pertama kali saya mengikuti konferensi Polyglot International. Kebetulan, pada tahun ini saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu pembicara dengan topik “bagaimana membuat sebuah komunitas polyglot”. Isi dari sesi tersebut merupakan rangkaian pengalaman saya dan teman-teman Polyglot Indonesia dalam membentuk Komunitas Polyglot Indonesia yang sekarang menjadi organisasi nir-laba yang terdaftar. Presentasi saya bisa anda lihat dan unduh di tautan berikut ini.

Polyglot Unite!

Polyglot Unite!, by Rizal

Melalui artikel ini, saya akan menceritakan kesan-kesan saya mengikuti Konferensi Polyglot International tersebut. 

Jujur saja, awalnya saya berpikir bahwa konferensi ini sama seperti konferensi-konferensi lain yang saya pernah ikuti. Konferensi-konferensi lain yang saya pernah ikuti mayoritas suasananya formal dan kaku, setiap percakapan yang dimulai berawal dari niat untuk menjalin relasi bisnis yang berujung pada keuntungan, bukan sekedar hanya ingin bercakap-cakap dan berbagi pengalaman.

Ternyata saya salah. Suasana dan orang-orang yang mengikuti konferensi ini jauh lebih bersahabat dibandingkan konferensi-konferensi lainnya.  

Di konferensi ini, saya merasa sangat mudah untuk berkenalan dan berbicara dengan orang baru. Saya juga merasa bahwa setiap peserta begitu tertarik untuk berbicara dengan kita. Selain itu, mereka terlihat tanpa sungkan melatih bahasa-bahasa yang mereka miliki dengan niat tulus untuk benar-benar ingin berlatih bahasa. Dan hebatnya, hal semacam ini tidak hanya berlangsung pada saat konferensi, tetapi juga setelah konferensi, misalnya ketika para peserta sedang makan malam.

Suasana yang begitu cair sangat saya rasakan ketika saya makan malam bersama para peserta konferensi yang sebelumnya hanya bercakap-cakap melalui telegram (chat app). Hal ini terjadi dua hari sebelum konferensi dimulai. Awalnya, kami hanya ingin tahu siapa saja yang sudah berada di Thessaloniki dua hari sebelum acara. Ternyata dari percakapan tersebut, kami akhirnya dapat berkumpul pada saat makan malam bersama. 

Dengan Simon - salah satu yang bisa berbahasa Indonesia

Dengan Simon - salah satu yang bisa berbahasa Indonesia, by Rizal

Saya pribadi tidak mempunyai ekspektasi apapun dari makan malam yang dihadiri oleh orang-orang dari berbagai jenis usia ( 20 tahun - 40 tahun ) dan berbagai kewarganegaraan tersebut. Saya perhatikan energi yang muncul dari percakapan dan diskusi kami begitu positif. Kemudian, tak disangka, ternyata mereka sangat mendukung presentasi saya. Hal ini terlihat dari kesungguhan mereka dan teman-temannya untuk ikut menghadiri presentasi saya. Hal tersebut tidak terpikir oleh saya malam sebelumnya karena kami hanya bertemu selama 5 jam.

Selain suasana yang mudah menjadi cair tersebut, saya juga merasakan bagaimana para peserta mempunyai minat yang sangat tinggi terhadap bahasa. Salah satu contoh kejadian adalah pada saat makan malam bersama para peserta pada hari pertama konferensi. Di meja makan tersebut, saya menyaksikan diskusi-diskusi yang positif dan luar biasa mengenai bahasa. Saya juga melihat secara langsung bagaimana teman dari Malaysia mengajarkan bahasa Mandarin kepada teman dari Perancis menggunakan bahasa Perancis. Dan juga bagaimana teman saya dari Perancis tersebut tidak malu untuk berlatih dan membuat kesalahan.

Energi positif dan suasana untuk berlatih bahasa yang kondusif, dimana setiap peserta tidak hanya saling memaklumi kesalahan orang lain tetapi juga saling membantu meningkatkan kemampuan bahasa orang lain adalah salah satu alasan kenapa Polyglot Indonesia didirikan.
Ketika saya bertanya apakah teman-teman di meja tersebut ingin mengalami suasana tersebut tidak hanya terjadi di konferensi Polyglot International tetapi juga terjadi secara berkala di kota dimana mereka tinggal, mereka menjawab secara kompak "YA". 

Last night in Thessaloniki

Last night in Thessaloniki, by Rizal

Disinilah, saya merasa bahwa Polyglot Indonesia bisa memberikan inspirasi kepada mereka untuk membuat komunitas polyglot sendiri di negaranya dan membantu mereka dengan pengalaman-pengalaman yang sudah dialami oleh teman-teman di Polyglot Indonesia.

Saya berharap dengan cerita di atas, semoga kita senantiasa menjaga kekompakan kita, saling membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan menjaga suasana yang kondusif di setiap kegiatan polyglot Indonesia. Semoga Polyglot Indonesia tidak hanya memberikan inspirasi di Indonesia tetapi di dunia.

Polyglot Indonesia
Speak Up

7 November 2016
Lund - Swedia
 

Foto - foto yang lainnya

Dengan Polyglot dari Belanda

Dengan Polyglot dari Belanda, by Rizal

 

Dengan Polyglot dari Kuala Lumpur - Malaysia

Dengan Polyglot dari Kuala Lumpur - Malaysia, by Rizal

 

Dengan Polyglot dari Seoul - Korea

Dengan Polyglot dari Seoul - Korea, by Rizal

 

Dengan Salah Satu penyelenggara - Richard Simcott

Dengan Salah Satu penyelenggara - Richard Simcott, by Rizal

 

Dengan salah satu penyelenggara - Alex Rawlings

Dengan salah satu penyelenggara - Alex Rawlings, by Rizal

 

About the author

Rizal is an avid traveler and photo enthusiast. Rizal has been studying, working and living in Indonesia, Argentina, Germany, Scotland and Sweden. Although, Rizal has Engineering and Business background, as a photographer and technologist, Rizal has exhibited his photographs, conduct seminars and workshops in several cities including Tokyo, Sydney and Stockholm. Currently Rizal is working for Lund University in Sweden.

Content you may like

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

The beauty of speaking several...
Sunday, December 7th, 2014 – Chapter...
Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Polyglot Indonesia goes to UNAOC Global...
Speak Up

Polyglot Indonesia has this great...

Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Hari ini, Minggu, 3 January 2016,...

Home

Organization

Newsletter