Contributor, Founder
August 16, 2014
Analis Bahasa dan Praktisi Bahasa
esperanto.jpg

Menurut pengalaman studi saya, ada tiga jenis pelajar bahasa asing. Jenis pertama adalah analis bahasa, yang kedua adalah praktisi bahasa dan yang terakhir adalah analis serta praktisi bahasa

Mari kita bedah pengertian mereka satu-persatu. Analis bahasa adalah seseorang yang mempelajari bahasa asing secara terstruktur, mulai dari mempelajari karakter atau huruf sampai dengan tata bahasanya. Pelajar ini akan berlatih menganalisa kebenaran dan ketepatan dalam menggunakan bahasa tersebut secara gramatika. Sehingga para analis bahasa akan menjadi orang yang mahir dalam bahasa tulis menulis yang bersifat akademis serta mampu menterjemahkan dokumen atau surat-surat yang bersifat resmi. Analis bahasa umumnya adalah seseorang yang mempelajari bahasa asing lewat institusi formal seperti bangku kuliah atau tempat kursus bahasa.

Jenis yang kedua adalah praktisi bahasa. Para praktisi bahasa umumnya adalah seseorang yang tidak cukup mendalam dalam mempelajari tata bahasa baku atau seseorang yang mungkin sedikit sekali pengetahuannya tentang tata bahasa baku dan lebih cenderung mahir dalam percakapan sehari-hari. Mereka umumnya adalah orang yang berada dalam lingkungan berbahasa asing (di luar negeri), sehingga mau tidak mau memaksa mereka untuk menggunakan bahasa tersebut secara lesan tanpa terlebih dahulu memiliki kemampuan analisa terhadap tata bahasa baku bahasa asing tersebut. Orang-orang seperti ini misalnya adalah para pekerja di luar negeri, yang menjadi lancar berbahasa asing karena terbawa lingkungan atau seorang anak yang ikut orang tuanya hijrah ke luar negeri, sehingga membuat anak tersebut memiliki lingkungan yang baru dan akhirnya menjadi lancar berbahasa asing karena terbawa lingkungan pula. Para praktisi bahasa yang tidak mengikuti pendidikan formal biasanya hanya akan mahir berkomunikasi dalam bahasa asing sehari-hari tetapi kurang menguasai bahasa tulis atau bahasa akademisnya.

Jenis terakhir adalah analis dan praktisi bahasa yang berarti seseorang yang selain mahir berbahasa tulis (bahasa akademis) juga mahir dalam bahasa lesan. Orang-orang jenis ini biasanya adalah mereka yang mempelajari dahulu bahasa asing melalui institusi formal sampai jangka waktu tertentu dan kemudian mendapat kesempatan untuk mempraktekan dengan kemampuan bahasanya melalui komunikasi yang aktif dengan native speaker. Pelajar jenis ini kebanyakan adalah mereka yang setelah menempuh pendidikan bahasa asing di negaranya kemudian melanjutkan pendidikannya di luar negeri tempat bahasa itu digunakan atau mendapat pekerjaan yang memungkinkan dia untuk berkomunikasi langsung dengan native speaker seperti para penterjemah atau seseorang yang ditugaskan untuk bekerja di luar negeri di mana akhirnya dia bisa melakukan kontak secara intens dalam bahasa asing yang telah dipelajarinya. Meski jenis ketiga ini adalah jenis ideal yang bisa dicapai oleh seseorang yang mempelajari bahasa asing, akan tetapi dibutuhkan usaha yang lumayan lebih keras dibandingkan dua jenis pelajar bahasa sebelumnya. Untuk mempelajari bahasa asing secara terstruktur atau tersitematisasi dengan baik di bangku sekolah dan kemudian bisa berkesempatan pergi ke negara tempat bahasa itu dipergunakan untuk bekerja sehingga dia bisa secara aktif dan intens menggunakan bahasa tersebut memanglah tidak mudah. Mungkin jika seseorang telah berhasil menyelesaikan studi bahasanya di sebuah institusi formal dengan hasil yang luar biasa dan kemampuan berbahasa yang menonjol, dia baru akan bisa memiliki kesempatan tersebut.

Apapun itu, belajar bahasa asing adalah sangat tergantung dari motivasi awal seseorang. Sehingga tidak ada yang salah dari ketiga jenis di atas. Ada seseorang yang belajar bahasa asing melalui institusi formal karena ingin mendapatkan pekerjaan-pekerjaan tertentu, ada yang belajar bahasa asing sebagai hobi, ada yang belajar bahasa asing hanya untuk mencari teman atau keperluan survival di negara asing, dan ada pula yang berlajar bahasa karena dia berada di negara asing sehingga akhirnya terpaksa harus mempelajari bahasa di mana dia tinggal serta banyak alasan lainya. Akan tetapi pada intinya adalah apapun jenis anda dalam mempelajari bahasa asing (analis, praktisi ataupun keduanya), kemampuan berbahasa asing anda akan selalu memiliki manfaat dan membukakan anda jalan pada banyak kesempatan di masa depan, entah untuk menjadi penterjemah, tour guide, melamar beasiswa ke luar negeri, atau bahkan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dalam perusahaan international, organisasi internasional, kementerian luar negeri dan institusi yang bersifat internasional lainnya.

image by By Pechan Cecília szkennelte (Pechan Cecília tulajdona) [CC-BY-SA-3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0)], via Wikimedia Commons

About the author

Krisna is one of the Indonesian hyperpolyglot who speaks 8 languages. He can switch easily between, Japanese, Mandarin, Cantonese, and Korean. After finishing his master degree in Korea, he continues to work as diplomat for Indonesian Ministry of Foreign Affairs. He is currently assigned in Indonesian Embassy in Hongkong.

Content you may like

Dunia telah berkembang sedemikian...

Ketupat atau kupat adalah hidangan...

Menurut pengalaman studi saya, ada...

The beauty of speaking several...
Sunday, December 7th, 2014 – Chapter...
Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Polyglot Indonesia goes to UNAOC Global...

Apakah kamu sadar bahwa bahasa...

Speak Up

Polyglot Indonesia has this great...

Polyglot Indonesia is present at the...
TEASER PING 2016
In the honour of the Indonesian...
Hari ini, Minggu, 3 January 2016,...

Home

Organization

Newsletter